HUBUNGAN PEMBELAJARAN TUTORIAL DENGAN MOTIVASI
BELAJAR MAHASISWA TINGKAT II PROGRAM
STUDI S1 KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI
ILMU KESEHATAN STELLA MARIS
MAKASSAR
Henny Pongantung
Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Stella Maris

ABSTRACT
Learning tutorials based on the concept of independent study seeks to trigger and stimulate the self-reliance, discipline and self-initiatives of students, so that students can be motivated in learning or attending. The purpose of this research is to know the relationship of the learning motivation of students learning tutorial with level II Courses Undergraduate nursing STIK Stella Maris Makassar. This research uses the draft research korelasional croos-sectional approach. Sampelnya is a student level II Courses Undergraduate nursing STIK Stella Maris totalling 98 students. Sampling is done using the technique of Nonprobability Sampling the sampling approach saturation. Questionnaire used for data collection. Data was analyzed using chi square test alternative test with Continuity Correction using program SPSS for windows version 5. Test result statistics retrieved value X 2 = count = X2tabel > 5.965 3.841 so that it can be concluded that there is a relationship of learning motivation of students learning tutorial with level II Degree program nursing health science high school Stella Maris Makassar. There are a variety of learning applied in lectures, one of which learning tutorials that can increase students ‘ learning motivation, therefore researchers suggested that institutions pay more attention to the availability of facilities used in the learning process so that the process of learning tutorials tutorials can take place with better in the future.
Keywords: learning tutorials and learning motivation
PENDAHULUAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Pendidikan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia suatu negara termasuk sumber daya manusia bangsa Indonesia. Faktor pendidikan merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi suatu negara untuk memajukan negara tersebut, dengan pendidikan yang baik dan bermutu diharapkan terciptanya sumber daya manusia yang unggul dan mampu memajukan bangsanya di masa depan sehingga bangsa tersebut bisa bersaing dengan negara – negara lain.

Keadaan sumber daya manusia Indonesia masih belum kompetitif, hal itulah yang menyebabkan Indonesia masih belum bisa bersaing optimal secara global dengan negara-negara lain. Terutama negara yang sudah mulai berkembang dan maju. Disamping itu, pendidikan Indonesia juga masih jauh tertinggal dengan negara – negara lain. Ini dibuktikan antara lain dengan data United Nation Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) pada tahun 2000 tentang peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index), yaitu komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan, kesehatan, dan penghasilan per kepala yang menunjukkan, bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. Di antara 174 negara di dunia, Indonesia menempati urutan ke-102 pada tahun 1996, ke-99 pada tahun 1997, ke-105 pada tahun 1998 dan ke-109 pada tahun 1999.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Political and Economic Risk Consultant (PERC), kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam. Data yang dilaporkan The World Economic Forum Swedia (2000), Indonesia memiliki daya saing yang rendah, yaitu hanya menduduki urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia. Dan masih menurut survei dari lembaga yang sama Indonesia hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia. Sementara itu, pendidikan selalu mengalami perubahan secara global. Perubahan itu jelas dengan metode pembelajaran yang dipakai oleh lembaga-lembaga pendidikan sekarang ini. Metode pendidikan global sekarang ini lebih diarahkan kepada research yang menuntut mahasiswanya untuk lebih mencari, menemukan dan mengungkapkan idenya sehingga daya pikir, logika terus dikembangkan. Berbagai metode serta fasilitas yang mendukung dalam pembelajaran disediakan guna mendukung proses belajar, sehingga mahasiswa memiliki kemampuan yang memadai saat lulus nanti. Hal ini mulai diterapkan dalam suatu metode pembelajaran tutorial. Dalam tutorial, peserta dapat belajar lebih aktif yaitu dengan mengikuti diskusi sehingga mengembangkan kemampuannya berpikir kritis, inovatif dan mandiri.Metode pembelajaran tutorial sudah dilaksanakan di beberapa universitas di negara seperti, Inggris, Amerika, Australia, Selandia Baru, Italia, dan beberapa universitas di Kanada. Di Indonesia sendiri, pada tahun 2003 Universitas Gajah Mada (UGM) dalam usaha peningkatan mutu pembelajaran maka metode pembelajaran tutorial di jadikan sebagai salah satu perangkat pengembangan inovasi. Selain itu, di Universitas Terbuka (UT) di Jakarta telah menggunakan metode pembelajaran tutorial bagi mahasiswanya. Tujuan Penelitian
Mengidentifikasi pelaksanaan pembelajaran tutorial dan motivasi belajar mahasiswa tingkat II Program Studi S1 keperawatan STIK Stella Maris Makassar
Menganalisis hubungan pembelajaran tutorial dengan motivasi belajar mahasiswa tingkat II Program Studi S1 keperawatan STIK Stella Maris Makassar
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Rancangan yang digunakan pada penelitian ini yaitu rancangan penelitian korelasional yang bertujuan mengungkapkan dan menjelaskan hubungan korelasi antarvariabel yaitu variabel independen pembelajaran tutorial dengan variabel dependen motivasi belajar dengan menggunakan pendekatan croos-sectional yang mengobservasi data variabel indepeden dan dependen hanya satu kali pada satu saat secara bersamaan. Tempat Dan Waktu Penelitian
Penelitian akan di lakukan di kampus STIK Stella Maris Makassar. Alasan pemilihan lokasi tersebut karena kampus STIK Stella Maris Makassar telah melaksanakan pembelajaran tutorial bagi mahasiswanya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari – Maret 2015.Populasi Dan Sampel
Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa – mahasiswi tingkat II program studi S1 keperawatan STIK Stella Maris yang berjumlah 98 orang.

Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa – mahasiswi tingkat II program studi S1 keperawatan dengan menggunakan teknik Nonprobability Sampling dengan pendekatan sampling jenuh.HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Analisis Univariat
Data yang menyangkut karakteristik responden akan diuraikan sebagai berikut:
Distribusi Frekuensi Umur Responden
Tabel 1
Distribusi frekuensi responden berdasarkan kelompok umur mahasiswa tingkat II program S1 keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar, tahun 2015
Umur Mahasiswa Frekuensi Presentase (%)
17-18
19-20
21-22 6
86
6 6,1
87,8
6,1
Total 98 100
Sumber: Data primer 2015
Distribusi frekuensi jenis kelamin
Tabel 2
Distribusi frekuensi jenis kelamin mahasiswa tingkat II program S1 keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris
Makassar, tahun 2015
Jenis Kelamin Frekuensi Presentase (%)
Perempuan
Laki – laki 80
18 81,6
18,4
Total 98 100
Sumber: Data Primer 2015
Pembelajaran Tutorial
Tabel 3
Distribusi frekuensi pembelajaran tutorial menurut mahasiswa tingkat II program S1 keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris
Makassar, tahun 2015
Pembelajaran Tutorial Frekuensi Presentase (%)
Baik
Cukup
Kurang 18
55
25 18,4
56,1
25,5
Total 98 100
Sumber: Data Primer 2015
Motivasi Belajar Mahasiswa
Tabel 4
Distribusi frekuensi berdasarkan motivasi belajar mahasiswa tingkat II program S1 keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar, tahun 2015
Motivasi belajar mahasiswa Frekuensi Presentase (%)
Tinggi
Rendah 91
7
92,9
7,1
Total 98 100
Sumber: Data Primer 2015
Analisis Bivariat
Hasil yang diperoleh menunjukkan sebagian besar menyatakan pembelajaran tutorial baik (baik + cukup baik) dengan motivasi belajar mahasiswa tinggi sebanyak 71 (72,4%) responden sedangkan yang terendah menyatakan pembelajaran tutorial baik (baik + cukup baik) dengan motivasi belajar mahasiswa rendah sebanyak 2 (2.0%) responden.

Hasil analisa ini mulanya menggunakan uji statistic chi square dengan tabel 3 x 2, namun karena hasil yang diperoleh belum memenuhi syarat dari uji chi square dimana masih ada 3 sel (50%) yang nilai expected count-nya ; 5. Hal ini menunjukkan bahwa syarat menggunakan uji Chi Square tidak terpenuhi dimana sel-sel yang expected count harus ; 5, bila ada sel dengan expected count ; 5, maksimal 20% dari jumlah sel, jika lebih maka sel tersebut digabungkan. Dari tabel 3 x 2 digabungkan menjadi tabel 2 x 2 sehingga uji yang dipakai adalah uji alternatif dari Chi Square yakni uji Continuity Correction, digunakan uji alternatif Continuity Correction karena jumlah responden pada penelitian ini melebihi 40 orang.

Dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji person chi square dan uji alternatif Continuity Correction diperoleh nilai X2 hitung = 5,965 dan X2tabel= 3,841 sehingga nilai X2 hitung ; X2tabel, dan masih terdapat 1 sel yang nilai expected count-nya ; 5 (25%) dengan nilai minimumnya 1,79. Maka hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima, dengan demikian berarti bahwa ada hubungan pembelajaran tutorial dengan motivasi belajar mahasiswa tingkat II program S1 keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar.

Tabel 5
Analisa hubungan pembelajaran tutorial dengan motivasi belajar mahasiswa tingkat II program S1 keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar tahun 2015
Pembelajaran
Tutorial Motivasi Belajar
Rendah Tinggi Total
F % F % n %
kurang 5 5,1 20 20,4 25 25,5
Cukup + Baik 2 2,0 71 72,4 73 74,5
Total 7 7,1 91 92,9 98 100
Sumber Data Primer 2015
Pembahasan
Hubungan pembelajaran tutorial dengan motivasi belajar belajar mahasiswa tingkat II program S1 keperawatan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar di peroleh data bahwa 71 (72,4%) responden dengan kategori pembelajaran tutorial baik (cukup + baik) dengan motivasi belajar mahasiswa tinggi. Hal ini sejalan dengan pendapat Harsono, dkk (2005) bahwa konsep belajar mandiri dalam tutorial mengandung pengertian, bahwa pembelajaran tutorial merupakan bantuan belajar dalam upaya memicu dan memacu kemandirian, disiplin, dan inisiatif diri mahasiswa dalam belajar dengan minimalisasi intervensi dari pihak pembelajar/tutor. Selain itu menurut Sudjana dalam Gintings (2008) “pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien apabila peserta didik telah memiliki kesiapan belajar.” Adapun menurut Gintings (2008), motivasi yang tinggi membuat mahasiswa haus akan berbagai aspek yang terkait dengan topik dan mata kuliah yang dipelajarinya. Ia pun akan menetapkan targetnya sendiri yang melebihi target yang ditetapkan oleh dosen atau kurikulum. Ia mencari sendiri materi perkuliahan yang ingin dikuasainya melalui berbagai sumber dan cara menurut inisiatifnya sendiri. Menurut asumsi peneliti, pembelajaran tutorial yang baik adalah ketika seorang mahasiswa/tutee dapat mencapai proses belajar mandiri dan tidak terpaku pada dosen/tutor melainkan berusaha mencari tahu berbagai sumber yang terkait dengan masalah yang dibahas sehingga dapat meningkatkan kualitas belajar mahasiswa/tutee dan mencapai tujuan dari proses pembelajaran itu sendiri. Selain itu menurut peneliti, pembelajaran tutorial dikatakan baik oleh mahasiswa karena dalam pembelajaran tutorial mahasiswa dapat mengemukakan pendapat dan ide – ide mereka dengan baik serta menumbuhkan sikap percaya diri, di samping itu juga pembelajaran tutorial tidak membuat mereka bosan dan jenuh.Hal lain menunjukkan ada 20 (20,4%) responden dengan kategori pembelajaran tutorial kurang dengan motivasi belajar mahasiswa tinggi. Hal ini sejalan dengan pandangan Gray dkk yang dikutip dalam Gintings (2008) “motivasi merupakan hasil sejumlah proses, yang bersifat internal atau eksternal bagi seorang individu, yang menyebabkan timbulnya sikap entusiasme dan persistensi, dalam hal melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu.” Demikian pula menurut teori medan atau field theory oleh Lewin dalam Sudjana (2000: 56) bahwa ada dua medan yang saling berlawanan baik internal maupun eksternal. Medan internal adalah faktor – faktor yang mempengaruhi pencapaian belajar siswa yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang bersifat psikologis, fisiologis, mental, dan sikap seperti kecerdasan, kesehatan, semangat belajar, keyakinan, dan lain sebagainya. Medan eksternal yaitu faktor – faktor yang mempengaruhi pencapaian belajar siswa yang berasal dari luar siswa sendiri yang bersifat instrumental maupun environmental seperti kurikulum, guru, sarana dan prasarana, manejemen sekolah, lingkungan sosial sekolah, kebijakan, perkembangan Iptek dan lain sebagainya. Menurut asumsi peneliti yang mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa selain pembelajaran tutorial, ada juga faktor lain yang berpengaruh seperti faktor intrinsik atau faktor yang datang dari dalam diri mahasiswa, dimana mahasiswa yang memiliki perasaan menyenangi suatu mata kuliah akan memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar.

Ada pula 5 (5,1%) responden menyatakan pembelajaran tutorial kurang dan motivasi belajar mahasiswa rendah. Menurut asumsi peneliti pembelajaran tutorial kurang dan motivasi belajar mahasiswa rendah dikarenakan kurang maksimalnya pelaksanaan pembelajaran tutorial yang mempengaruhi motivasi dari mahasiswa/tutee, salah satunya adalah fungsi dari tutor itu sendiri. Jika seorang tutor tidak melaksanakan fungsinya dengan baik dan selalu mendominasi diskusi kelompok, dan tidak pernah mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalan kelompok maka pelaksanaan pembelajaran tutorial pun tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan sehingga mahasiswa pun akan kurang terpacu dan inisiatif dalam proses belajar. Hal ini sejalan dengan pendapat Harsono,dkk (2005) tentang fungsi tutor, yaitu fungsi pra-aktif: mendorong dan mengembangkan proses belajar dan fungsi interaktif: mengembangkan dan menjaga kerjasama mahasiswa dan dinamika kelompok.

Selain itu ada 2 (2.0%) responden menyatakan pembelajaran tutorial baik (cukup + baik) dan motivasi belajar mahasiswa rendah. Hal ini sejalan dengan pendapat Harsono,dkk 2005 tentang tanggung jawab mahasiswa/tutee dalam tutorial yang juga mempengaruhi baik tidaknya proses pelaksanaan pembelajaran tutorial yaitu: menghargai proses diskusi, ketrampilan dalam komunikasi, tanggung jawab serta kesadaran diri / evaluasi diri. Menurut asumsi peneliti pembelajaran tutorial akan lebih baik jika mahasiswa yang menjadi sasaran dalam pembelajaran tersebut dapat memiliki tanggung jawab dalam proses belajar sehingga proses belajar mandiri yang menjadi prinsip utama dalam tutorial ini dapat terwujud. Tetapi ada beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi mahasiswa untuk belajar sehingga yang menjadi tanggung jawab mahasiswa itu sering terabaikan dan membuat mahasiswa menjadi tidak bersemangat dalam belajar atau motivasi mahasiswa rendah. Hal ini sejalan dengan pendapat Winardi (2002) dalam Gintings, A. (2008) bahwa ada empat faktor yang mempengaruhi perubahan – perubahan pada kekuatan motif, yaitu: pemenuhan kebutuhan/terpenuhinya kebutuhan akan menghilangkan peran kebutuhan tersebut sebagai motivator, pemenuhan kebutuhan yang terhalangi akan membuat menurunnya motivasi mahasiswa untuk mencapai prestasi tertentu, disonansi kognitif, dan frustasi.

Selain itu juga didukung dengan data hasil karakteristik pembelajaran tutorial, ada 97 (99,0%) responden menyatakan fungsi tutor baik dengan kategori tutor memperhatikan kehadiran para mahasiswanya. Artinya bahwa mahasiswa menilai suatu pembelajaran itu baik jika dosen/tutornya memperhatikan dan peduli terhadap kehadiran mahasiswa di dalam kelas. Sedangkan hal lain juga menunjukkan ada 57 (58,2%) responden yang menyatakan pembelajaran tutorial dengan fungsi tutor masih kurang dengan kategori tutor masih mendominasi diskusi kelompok. Seharusnya dalam pembelajaran tutorial seorang tutor hanya memberikan motivasi/dorongan serta mampu menumbuhkan diskusi, komentar dan kritik antar tutee tanpa harus terlibat lebih jauh dalam diskusi kelompok. Hal ini perlu dilihat kembali oleh tutor yang memberikan tutorial bagi para tutee/mahasiswanya sehingga kedepannya proses pembelajaran tutorial dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa.

Hal lain juga menunjukkan ada 96 (98,0%) responden yang menyatakan pembelajaran tutorial dengan tanggung jawab mahasiswa baik dengan kategori mahasiswa lebih menghargai setiap pendapat dari temannya serta menerima setiap kritikan untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa sudah dapat lebih menghargai orang lain/temannya dalam mengemukakan pendapat, sehingga dalam proses pembelajaran tutorial tidak saling menjatuhkan dalam beragumen tetapi saling membangun lewat kritik dari sesama teman sehingga pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Sedangkan hal lain menunjukkan ada 76 ( 77,6%) responden menyatakan bahwa pembelajaran tutorial dengan tanggung jawab mahasiswa masih kurang dengan kategori mahasiwa belum mempunyai inisiatif ataupun membantu kelangsungan dinamika kelompok, itu artinya bahwa mahasiswa masih belum memiliki tanggung jawab yang baik dalam tutorial. Seharusnya dalam pembelajaran tutorial, sikap mengambil inisiatif atau membantu kelangsungan dinamika kelompok itu sangat diperlukan dalam kelancaran proses dinamika kelompok.

Hal lain menunjukan ada 86 (87,8%) responden yang menyatakan pembelajaran tutorial dengan proses dalam kelompok baik dengan kategori kelompok mampu mencari dan mengartikan setiap istilah yang belum dimengerti/dipahami, hal ini berarti bahwa anggota kelompok sudah mampu mengidentifikasi setiap istilah yang ditemukan dalam membahas materi – materi yang diberikan oleh dosen. Hal lain juga menunjukkan ada 71 (72,4%) responden dengan kategori masih kurangnya sumber belajar yang digunakan oleh anggota kelompok, seharusnya dalam pembelajaran tutorial diperlukan sumber – sumber belajar yang bervariasi dengan demikian dapat meningkatkan proses dalam belajar dan hasil yang diperoleh pun tidak mengecewakan serta data – data yang didapat pun lebih banyak dan lebih akurat.

Dari hasil penelitian yang lain juga menunjukan bahwa motivasi belajar mahasiswa tinggi ada 89 (90,8%) responden dengan kategori motivasi intrinsik, yang menyatakan bahwa mahasiswa selalu berusaha dan tidak cepat menyerah dalam mengatasi kesulitan dalam belajar serta penyelesaian tugas. Mahasiswa yang memiliki motivasi seperti ini sangat baik karena muncul dari dalam diri mahasiswa sendiri dan kesadaran dari mahasiswa itu sendiri sehingga motivasi ini dapat bertahan lebih lama. Hal lain juga menunjukkan ada 94 (95,9%) responden dengan kategori motivasi ekstrinsik yang menyatakan bahwa pembelajaran tutorial menumbuhkan sikap percaya diri mahasiswa dalam memberikan pendapat maupun kriktik dan saran dalam kelompok. Artinya bahwa dengan adanya pembelajaran tutorial ini mahasiswa semakin dilatih dalam membangun kepercayaan dirinya dalam hal memberikan pendapat maupun kritik, dengan demikian proses belajar pun dapat tercapai dengan baik.
Hal lain juga menunjukkan ada 64 (65,3%) responden yang menyatakan motivasi belajar mahasiswa rendah, hal ini dapat dilihat pada motivasi intrinsik yang menyatakan bahwa mahasiswa kurang aktif bertanya dalam diskusi kelompok. Seharusnya dalam pembelajaran tutorial mahasiswa dapat aktif dalam diskusi kelompok, tetapi ada beberapa mahasiswa yang memiliki sifat pemalu dan selalu memiliki rasa takut jika ingin bertanya sehingga perlu ada proses pembelajaran secara perlahan. Ada juga 59 (60,2%) responden dengan kategori motivasi ekstrinsik yang menyatakan bahwa mahasiswa dapat mengikuti tutorial dengan baik walaupun belum belajar dari rumah. Seharusnya mahasiswa telah belajar dan mempersiapkan dirinya dari rumah sehingga ketika datang ke tutorial bukan dengan “kepala kosong” tetapi dengan persiapan yang matang sehingga hasil yang diinginkan pun dapat dicapai.

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Pelaksanaan pembelajaran tutorial di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris pelaksanaannya baik.

Motivasi belajar mahasiswa tingkat II program studi S1 keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar memiliki motivasi belajar yang tinggi.

Ada hubungan pembelajaran tutorial dengan motivasi belajar mahasiswa tingkat II program S1 keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar
Saran
Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber referensi pada institusi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar dan dijadikan dokumentasi ilmiah untuk menarik minat peneliti selanjutnya.

Diharapkan agar lebih memperhatikan ketersediaan fasilitas yang digunakan dalam proses pembelajaran tutorial, sehingga proses pembelajaran tutorial dapat berlangsung dengan baik tanpa adanya hambatan.

Bagi Dosen diharapkan dapat mengembangkan pembelajaran tutorial dengan berorientasi pada proses dan bukan hanya hasil dan mampu menjalankan fungsi sebagai seorang tutor dengan baik serta secara kreatif dan inovatif menggunakan cara yang bisa memudahkan mahasiswa dalam mencapai keberhasilan pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Dahlan, M. Sopiyudin. (2011). Statistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan: deskriptif, Bivariat dan Multivariat Dilengkapi Aplikasi dengan Menggunakan SPSS.Jakarta: Salemba Medika
Gintings, A. (2008). Esensi Praktis: belajar dan pembelajaran, disiapkan untuk pendidikan profesi dan sertifikasi guru-dosen. Bandung: Humaniora
Harsono, dkk (2005). Tutorial. Yogyakarta: Pusat Pengembangan Pendidikan Universitas Gadjah Mada
Hidayat,A.Aziz Alimul. (2009). Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis Data.Jakarta: Salemba Medika
Efendi, Ferry (2008). Pendidikan Dalam Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Riwidikdo, Handoko. (2009). Statistik Kesehatan Belajar Mudah Teknik Analisis Data Dalam Penelitian Kesehatan (Plus Aplikasi Software SSPS). Yogyakarta: Mitra Cendikia press
Rusman, dkk. .(2011). Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi: Mengembangkan Profesionalitas Guru. Jakarta: Rajawali Pers
Sardiman, A.M. (2011). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar.Jakarta: Rajawali Pers
Sudjana, H.D. (2000). Strategi pembelajaran. Bandung: Falah Production
Tilaar, A.R. (2008). Manajemen Pendidikan Nasional: Kajian Pendidikan Masa Depan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Alwi (2009). Pengaruh Metode Tutor Teman Sebaya Terhadap Motivasi Belajar MatematikaSiswaSMA. (journal.ui.ac.id/v2/index.php/humanities/article/view/666/635).Diakses tgl 2-1-2015
Dedy Heriyanto. (2010). Efektivitas Model Pembelajaran Tutor Sebaya Terhadap Hasil Belajar Siswa Dalam Belajar Microsoft Excel Di Kelas VIIISMPDuaMeiBanjaran. (http://cs.upi.edu/uploads/paper_skripsi_dik/efektivitas%20model%20pembelajaran%20tutor%20sebaya%20terhadap%20hasil%20belajar%20siswa%20dedi%20herianto.pdf). Diakses tgl 2-11-2011
Sudrajat, Akhmad. (2008). Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik, danModelPembelajaran. (http://psbpsma.org/content/blog/pengertian-pendekatan-strategi-metode-teknik-taktik-dan-model-pembelajaran). Diakses tgl 3-1-2015
M.Sobri Sutikno. (2009). MetodePembelajaran. (http://mariberkawand.blogspot.com/2011/08/pengertian-metode-pembelajaran.html) . Diakses tgl 2-11-2011

x

Hi!
I'm Piter!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out