Analisis hasil pelaksanaan kebijakan dilakukan dengan menekankan pada objektivitas dan reabilitas. Peneliti akan menilai bagaimana hasil pelaksanaan kebijakan manajemen mutu riset internasional UI berkontribusi terhadap pengembangan iptek di Indonesia. Dengan pertanyaan apakah (1) hasil implementasi kebijakan manajemen mutu riset internasional UI berdampak terhadap pengembangan iptek di Indonesia, (2) hasil implementasi kebijakan manajemen mutu riset internasional UI berdampak terhadap daya saing, kemitraan/inovasi, dan kolaborasi bersama riset perguruan tinggi ke dalam tataran internasional, (3) daya saing, kemitraan/inovasi, dan kolaborasi bersama riset UI ke dalam tataran internasional berdampak terhadap perkembangan iptek di Indonesia.
Indikator perkembangan iptek di Indonesia adalah sebagai berikut: (1). Kekuatan daya saing riset internasional perguruan tinggi. Dengan kriteria: kuantitas dan kualitas luaran penelitian di tingkat internasional. (2). Kontribusi riset internasional perguruan tinggi terhadap daya saing bangsa, khususnya industri di Indonesia yang berbasis kreatifitas hasil riset dan inovasi, prototipe. Dengan indikator keluaran (outcome): publikasi terindeks global dan paten riset. (3). Kemitraan dan inovasi bersama perguruan tinggi kedalam tataran internasional, guna memperkuat ilmu dan teknologi (iptek) dalam menunjang pembangunan ekonomi dan pengembangan sistem riset inovasi di Indonesia. Meliputii: kerjasama riset dengan lembaga sponsor/donor nasional dan internasional, sering disebut dengan funds sponsorship. (4). Kolaborasi antara dunia akademis, pelaku usaha, dan pemerintah guna bersinergi dalam pembangunan ekonomi bangsa yang tangguh dan mandiri.
2. Pengujian Validitas dan Perhitungan Realibiltas
Pada tahap uji coba instrumen dilakukan pengujian validitas butir instrumen dan perhitungan koefisien reliabilitas, sebagai berikut:
a. Validitas
Tipe validitas yang digunakan adalah validitas butir yang diperoleh dengan menggunakan korelasi Product Moment Pearson. Hal ini bertujuan untuk melihat sejauh mana ketepatan dan kecermatan alat ukur dalam melakukan fungsi ukur-nya. Kriteria yang dilakukan untuk menguji kesahihan adalah sebagai berikut:

b. Reabilitas
Realibilitas menunjukkan ketepatan pengukuran. Semakin banyak kesalahan dalam pengukuran, maka akan bertambah kecil nilai reabilitas instrumennya. Atau dengan kalimat lain, realibiltas instrumen menunjukkan ketepatan atau keajegan alat tersebut dalam mengukur. Koefisien reliabilitas instrumen dimaksud untuk dapat melihat konsistensi jawaban yang diberikan oleh responden, dianalisis dengan menggunakan formula Alpha Cronbach sebagai berikut:

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Hasil analisis menunjukkan besarnya koefisien reliabilitas instrumen, yaitu pengembangan iptek di Indonesia, apakah rendah, tinggi atau sangat tinggi. Sehingga dapat disimpulkan apakah instrumen tidak reliabel, reliabel, atau sangat reliabel. Selanjutnya, dilakukan penilaian dengan menggunakan skala dan ditampilkan dalam bentuk tabel/grafik.
Instrumen yang diuji di atas merupakan karakteristik tiap tahapan evaluasi, dengan indikator aspek yang dievaluasi. Sehingga jumlah instrumen yang akan diuji adalah sebanyak 4 butir, pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen yaitu pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di Indonesia.
F.12. Focus Group Discussion (FGD)
Focus Group Discussion (FGD) atau diskusi kelompok terfokus pada dasarnya adalah wawancara yang dilakukan dalam kelompok. Tujuan FGD untuk berdialog bersama, bertatap muka dengan sesama responden/subyek/informan penelitian guna menghasilkan suatu informasi langsung dari berbagai sudut pandang.
Pada penelitian ini, Focus Group Discussion (FGD) dilakukan oleh peneliti dengan cara berdiskusi dan sharing informatioan bersama beberapa rekan senior Program Doktor Universitas Negeri Jakarta, Jurusan Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP), antara-lain Ahsanul Khair Asdar dan Muhammad Nur.
F.3. Pemeriksaan Keabsahan Data (Triangulasi)
Untuk menetapkan keabsahan (trustworthiness) data diperlukan
teknik pemeriksaan yang didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu. Dari Maleong, ada empat kriteria dalam pelaksanaan pemeriksaan data, sebagai berikut: “Derajat kepercayaan (credibility), keteralihan (transferability), kebergantungan (dependability), dan kepastian (confirmability). ”
Menurut Maleong, penerapan kriterium derajat kepercayaan pada dasarnya menggantikan konsep valitias internal dari nonkualitatif. Kriterium ini berfungsi: pertama, melaksanakan inkuiri sedmikian rupa sehingga tingkat kepercayaan penemuannya dapat dicapai; kedua, mempertunjukkan derajat kepercayaan hasil-hasil penemuan dengan jalan pembuktian oleh penelitipada kenyataan ganda yang diteliti. Kriterium keteralihan berbeda dengan validitas eksternal dari nonkualitatif. Konsep valititas ini menyatakan bahwa generalisasi suatu penemuan dapat berlaku atau diterapkan pada semua konteks dalam populasi yang sama atas dasar penemuan yang diperoleh pada sampel yang secara refresentatif mewakili populasi itu. Kriterium kebergantungan merupakan subsitusi istilah reliabilitas dalam penelitian yang nonkualitatif. Pada cara nonkualitatif, reliabilitas dalam penelitian yang nonkualitatif. Pada cara nonkualitatif, reliabilitas ditunujkkan dengan jalan mengadakan replikasi studi. Jika dua atau beberapa kali diadakan pengulangan suatu studi dalam suatu kondisi yang sama dan hasilnya secara esensial sama, maka dikatakan realibilatasnya tercapai. Kriterium kepastian berasal dari konsep “objektivitas” menurut nonkualitatif. Nonkualitatif menerapkan objektivitas dari segi kesepakatan antarsubjek. Di sisni pemastian bahwa sesuatu itu objektif atau tidak bergantung pada persetujuan beberapa orang terhadap pandangan, pendapat, dan penemuan seseorang.
Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keprluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu.
Denzin (1978a) dalam Micheal Quinn Patton telah menengarai empat
tipe dasar triangulasi: (1) triangulasi data, adalah penggunaan beragam sumber data dalam suatu kajian; (2) triangulasi investigator, penggunaan beberapa evaluator atau ilmuwan sosial yang berbeda; (3) triangulasi teori, penggunaan sudut pandang ganda dalam menafsirkan seperangkat tunggal data; dan (4) triangulasi metodologis, penggunaan metode ganda untuk mengkaji masalah atau program tunggal, seperti wawancara, pengamatan, daftar pertanyaan terstruktur, dan dokumen.
Dalam penelitian, keabsahan data sangat ditentukan oleh validitas dan reliabilitas data. Dalam rangka mengoptimalkan validitas dan reliabilitas data dalam pelaksanaan penelitian ini maka dilakukan triangulasi data. Triangulasi data dilakukan untuk memverifikasi kebenaran data yang digunakan dalam penelitian. Triangulasi pengumpulan data yaitu melakukan verifikasi terhadap data hasil wawancara, observasi, FGD, dan dokumentasi, Jika data dari hasil wawancara, observasi, FGD dan domentasi tidak ada lagi pertentangan atau telah sesuai satu sama lainnya, maka data tersebut dianggap valid dan kebenarannya dapat dijamin untuk dijadikan sebagai data penelitian. Demikian juga halnya verifikasi terhadap sumber data atau informan. Jika dari para informan tidak ada lagi informasi yang bertentangan maka data tersebut dianggap benar untuk digunakan dalam menjawab permasalahan penelitian.

x

Hi!
I'm Kyle!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out